Terapi Gratis Untuk Masa Depan Cerah, UMS Peduli Anak Cerebral Palsy
Universitas Muhammadiyah Surakarta memberikan layanan fisioterapi gratis bagi anak cerebral palsy untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menunjukkan kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus dengan cerebral palsy. UMS membuka layanan fisioterapi gratis bagi anak dari sanggar inklusi di Sukoharjo, menyediakan pemeriksaan dan terapi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup serta kemampuan fungsional mereka.
Simak informasi menarik dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima yang bisa memperluas wawasan dan jadi referensi berguna untuk Anda.
Pengabdian Masyarakat Dan Pembelajaran Mahasiswa
Program fisioterapi gratis ini merupakan wujud nyata pengabdian UMS kepada masyarakat. Inisiatif ini didorong oleh komitmen universitas untuk memberikan kontribusi positif, terutama kepada kelompok yang membutuhkan dukungan ekstra. Fokus utama adalah membantu anak-anak dengan cerebral palsy agar dapat berkembang secara optimal dan meraih potensi terbaik mereka.
Adnan Faris Naufal Ftr., M.Biomed., selaku Kaprodi Fisioterapi UMS, menjelaskan bahwa layanan ini memiliki dua tujuan utama. Selain sebagai bentuk pengabdian, program ini juga menjadi sarana pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa Fisioterapi UMS. Mereka mendapatkan pengalaman langsung dalam menangani kasus cerebral palsy.
Mahasiswa terlibat aktif dalam observasi dan proses terapi. Mereka bekerja di bawah bimbingan dan pengawasan fisioterapis yang sudah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR), sehingga peran mereka lebih bersifat asistensi. Hal ini memastikan bahwa terapi diberikan secara profesional sambil memberikan pengalaman praktis yang esensial bagi mahasiswa.
Mengatasi Keterbatasan Akses Terapi
Berdasarkan keluhan dari pihak sanggar inklusi, anak-anak dengan cerebral palsy umumnya hanya mendapatkan terapi satu kali dalam seminggu. Jadwal yang terbatas ini seringkali tidak mencukupi untuk kebutuhan terapi yang intensif dan berkelanjutan. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi UMS.
Kendala lain yang dihadapi adalah anak-anak terkadang tidak dapat mengikuti jadwal terapi yang telah ditetapkan oleh sanggar. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi kesehatan anak, kendala transportasi, atau alasan lain yang membuat mereka tidak dapat hadir sesuai jadwal.
Melihat kondisi tersebut, UMS berinisiatif membuka layanan tambahan secara gratis di kampus. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan akses terapi yang lebih fleksibel dan intensif. Adnan menjelaskan, “Bagi mereka yang tidak sempat mendapatkan pelayanan di sanggar inklusi, bisa ke UMS untuk mendapatkan terapi gratis.”
Baca Juga: Mahasiswa KKN-Dik UMS Tanamkan Kebiasaan Menabung Lewat Kreasi Celengan
Mekanisme Pelayanan Dan Harapan Peningkatan Fungsional
Mekanisme pendaftaran layanan ini dirancang agar mudah diakses. Pihak sanggar dapat mendaftarkan nama anak-anak yang membutuhkan terapi kepada admin layanan UMS. Setelah terdaftar, mereka akan memperoleh jadwal fisioterapi gratis secara rutin.
Layanan fisioterapi gratis ini tersedia setiap hari Senin di Klinik Fisioterapi UMS. Ketersediaan jadwal yang konsisten diharapkan dapat membantu anak-anak mendapatkan terapi secara teratur tanpa membebani biaya. Hal ini krusial untuk efektivitas program terapi.
Target utama dari program ini adalah agar anak-anak dari sanggar inklusi mampu meningkatkan kemampuan fungsional mereka secara bertahap. “Targetnya adalah anak-anak sanggar inklusi tersebut bisa mendapatkan kemampuan fungsionalnya ataupun meningkatkan kualitas hidup mereka. Minimal seperti itu,” pungkas Adnan.
Komitmen UMS Untuk Kualitas Hidup Anak
Inisiatif UMS ini merupakan bukti nyata komitmen universitas dalam mendukung peningkatan kualitas hidup anak-anak berkebutuhan khusus. Dengan menyediakan akses fisioterapi gratis, UMS tidak hanya membantu individu, tetapi juga meringankan beban keluarga dan sanggar inklusi.
Program ini juga menjadi contoh ideal kolaborasi antara institusi pendidikan dan masyarakat. Melalui program semacam ini, UMS berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia yang lebih inklusif dan berempati.
Diharapkan program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak-anak yang membutuhkan. Dengan dukungan dan terapi yang tepat, anak-anak dengan cerebral palsy memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mencapai potensi penuh mereka dan menjalani hidup yang lebih mandiri.
Ikuti selalu informasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima untuk kabar terbaru mengenai edukasi, inovasi, dan layanan kesehatan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.ums.ac.id
- Gambar Kedua dari news.ums.ac.id
Post Comment