Mahasiswa UMS Ciptakan Imunisasi Ramah Bayi Dan Raih Silver Medal
Di tengah upaya peningkatan kesehatan anak, proses imunisasi seringkali menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan bagi bayi karena rasa nyeri.
Namun, sekelompok mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah mengembangkan solusi inovatif bernama SWEETDROP. Produk ini dirancang khusus untuk meminimalkan rasa sakit selama imunisasi, menciptakan pengalaman yang lebih nyaman dan bebas trauma bagi si kecil.
Berikut ini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima akan memberikan Inovasi yang tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan bayi, tetapi juga menjadi bukti nyata potensi mahasiswa dalam menciptakan solusi kesehatan yang berdampak.
Terinspirasi Dari Kebutuhan Praktis
Ide pengembangan SWEETDROP berawal dari observasi mendalam dalam mata kuliah keperawatan anak di UMS. Tim menyadari bahwa meskipun imunisasi adalah tindakan penting, rasa nyeri yang ditimbulkan dapat menyebabkan trauma pada bayi. Dari sinilah muncul gagasan untuk menciptakan inovasi yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
SWEETDROP dikembangkan berdasarkan prinsip atraumatic care, sebuah pendekatan yang bertujuan untuk mengurangi tekanan fisik dan psikologis selama prosedur medis. Pendekatan ini sangat penting dalam keperawatan anak, di mana pengalaman negatif di usia dini dapat mempengaruhi persepsi mereka terhadap layanan kesehatan di kemudian hari. Dengan fokus pada kenyamanan bayi, SWEETDROP hadir sebagai solusi pendukung yang aman dan mudah digunakan.
Ketua Tim SWEETDROP, Putri Azzahra Namora, menjelaskan bahwa inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan angka cakupan imunisasi dasar di Indonesia. Dengan pengalaman imunisasi yang lebih positif, diharapkan kepatuhan orang tua untuk membawa bayinya imunisasi akan meningkat, mengingat imunisasi adalah investasi penting untuk perlindungan kesehatan anak di masa depan.
Mangga Harum Manis Sebagai Bahan Utama
Salah satu keunggulan utama SWEETDROP terletak pada pemilihan bahan dasarnya, yaitu mangga arumanis. Putri menjelaskan bahwa mangga jenis ini dipilih karena kandungan sukrosa alaminya yang relatif tinggi dibandingkan buah lokal lainnya. Kandungan sukrosa ini berperan penting dalam memberikan efek manis yang dapat mengalihkan perhatian bayi dari rasa nyeri.
Pemilihan mangga arumanis sebagai bahan utama juga merupakan bagian dari komitmen tim untuk mendukung pemanfaatan sumber daya pangan lokal. Inisiatif ini tidak hanya menunjukkan potensi bahan alami dalam pengembangan produk kesehatan, tetapi juga mendorong keberlanjutan dan ekonomi lokal. Ini adalah langkah cerdas yang menggabungkan inovasi medis dengan kearifan lokal.
Proses pengembangan SWEETDROP dilakukan dengan metode Research and Development (R&D). Anggota tim, Asrofi Noor Masithoh, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah pada tahap penentuan formulasi, di mana beberapa percobaan dibutuhkan untuk mendapatkan kadar sukrosa yang optimal. Keterbatasan ketersediaan mangga musiman juga menjadi kendala yang membutuhkan waktu riset lebih panjang.
Baca Juga: Mahasiswa KKN Unimal Bangkitkan Senyum Anak-Anak TK Pascabanjir Aceh!
Keunggulan Dan Dampak Positif SWEETDROP
SWEETDROP menawarkan sejumlah keunggulan yang menjadikannya solusi menarik dalam pelayanan imunisasi bayi. Penggunaan bahan alami meminimalkan risiko efek samping, sehingga aman untuk bayi. Selain itu, produk ini sangat mudah diaplikasikan dan tidak menimbulkan rasa sakit tambahan selama proses imunisasi, justru membantu meredakan ketidaknyamanan.
Inovasi ini juga mendapatkan apresiasi tinggi dari para penilai, karena dinilai sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 3, yaitu “Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan”. SWEETDROP memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui riset lanjutan. Memastikan produk ini semakin aman, aplikatif, dan efektif dalam skala yang lebih luas.
Dengan konsep atraumatic care yang diusungnya, SWEETDROP berpotensi besar untuk mengubah persepsi tentang imunisasi. Menjadikannya pengalaman yang lebih positif bagi bayi dan orang tua. Inovasi ini tidak hanya meringankan penderitaan bayi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan melalui peningkatan cakupan imunisasi.
Prestasi Gemilang Di Kancah Internasional
Berkat inovasi SWEETDROP, tim mahasiswa Keperawatan UMS berhasil meraih Silver Medal dalam ajang Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) 2026. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA), menunjukkan pengakuan internasional terhadap ide brilian dari UMS.
Penghargaan tersebut diserahkan di Graha Widya Wisuda Kampus IPB Dramaga pada Minggu, 18 Januari. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim mahasiswa, tetapi juga mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Surakarta di kancah global, menegaskan reputasinya sebagai institusi yang melahirkan inovator-inovator muda berbakat.
Tim yang luar biasa ini terdiri dari Putri Azzahra Namora, Mufida Nur Afifah, Asrofi Noor Masithoh, Muhammad Reza Kurniawan, Nabila Putri Krisnardiantie, dan Radhiyalifa Naura Syilfanda. Prestasi mereka menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata dalam memecahkan masalah-masalah sosial, khususnya di bidang kesehatan.
Jelajahi rangkuman berita menarik dan terpercaya lainnya yang memperluas wawasan Anda secara eksklusif di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima.
Image Information Source:
- First Image from: news.ums.ac.id
- Second Image from: news.ums.ac.id
Post Comment