Mahasiswa FKUI Sabet Juara Nasional, Inovasi Digital Health Kiosk Atasi Hipertensi!
Tim mahasiswa FKUI meraih juara nasional berkat inovasi Digital Health Kiosk, solusi cerdas untuk mendeteksi dan mengatasi hipertensi secara dini.
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) kembali berprestasi di tingkat nasional. Tim FKUI meraih Juara 1 kategori Scientific Poster dalam Indonesia Medical Students’ Training and Competition (IMSTC) 2026. Prestasi ini diraih berkat inovasi kesehatan digital yang menawarkan solusi cerdas untuk deteksi dini hipertensi di Indonesia.
Simak informasi menarik dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima yang bisa memperluas wawasan dan jadi referensi berguna untuk Anda.
Inovasi Unggul Dari Mahasiswa FKUI
Tim mahasiswa FKUI angkatan 2024, Raden Raditya Daniswara, Steven Lauren Xius, dan Aprista Kinaya Arfianie, berhasil meraih Juara 1 kategori Scientific Poster pada IMSTC yang diselenggarakan AMSA-Indonesia. Kompetisi berlangsung 5–8 Februari 2026 di Universitas Brawijaya, Malang.
Karya ilmiah yang mengantarkan mereka pada kemenangan berjudul “One Screen, One Million Lives: Can Digital Health Kiosks Detect and Reduce Hypertension at Population Scale? A Dual Meta-Analysis.” Judul ini menunjukkan fokus pada pemanfaatan teknologi digital untuk skrining hipertensi skala populasi. Penelitian ini menggabungkan dua meta-analisis untuk mendukung argumen mereka.
Melalui karya ini, tim menyoroti potensi besar teknologi kesehatan digital sebagai metode inovatif. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini hipertensi di Indonesia. Ini merupakan langkah maju dalam upaya mengatasi masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak belum terdiagnosis.
Latar Belakang Dan Solusi Digital Health Kiosk
Raden Raditya Daniswara menjelaskan bahwa pemilihan topik penelitian mereka didasari oleh keprihatinan mendalam. Mereka menyoroti tingginya angka hipertensi yang belum terdeteksi di masyarakat Indonesia. Fenomena ini menjadi masalah serius karena dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang lebih parah jika tidak ditangani sejak dini.
Tim menemukan bahwa keterbatasan distribusi puskesmas di berbagai wilayah menjadi hambatan utama dalam identifikasi kasus hipertensi. Kondisi ini diperparah dengan penumpukan pasien di fasilitas kesehatan yang ada. Akibatnya, pelayanan kesehatan optimal bagi masyarakat seringkali terhambat.
Sebagai solusi inovatif, tim mengusulkan implementasi Digital Health Kiosk. Perangkat ini dirancang agar lebih mudah diakses dan ramah pengguna, memungkinkan pengukuran parameter kesehatan vital seperti tekanan darah, BMI, dan tinggi badan. Kios ini dapat ditempatkan di berbagai ruang publik, meningkatkan jangkauan deteksi.
Baca Juga: Dari Kampus ke Desa, Mahasiswa STIK 83 Bantu Warga Lewat Bakti Kesehatan
Fungsi Dan Manfaat Luas Digital Health Kiosk
Lebih dari sekadar alat skrining, Digital Health Kiosk ini dirancang untuk memberikan rekomendasi kesehatan yang personal. Alat ini mampu menyajikan saran aktivitas fisik dan asupan nutrisi yang disesuaikan dengan kondisi spesifik masing-masing pengguna. Personalisasi ini sangat penting untuk intervensi kesehatan yang efektif.
Fleksibilitas penempatan perangkat ini juga menjadi keunggulan. Digital Health Kiosk dapat ditemukan di berbagai lokasi publik seperti taman, stasiun, lingkungan universitas, hingga di dalam puskesmas itu sendiri. Ini memastikan aksesibilitas yang luas bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.
Dengan demikian, teknologi ini tidak hanya mendukung personalisasi intervensi kesehatan, tetapi juga memperluas jangkauan layanan promotif dan preventif. Keberadaan kios ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kesadaran dan deteksi dini hipertensi, serta penyakit metabolik lainnya di seluruh Indonesia.
Apresiasi Dan Harapan Untuk Masa Depan
Raden Raditya Daniswara, selaku ketua tim, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas capaian prestisius ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Dukungan tersebut diberikan mulai dari tahap awal perancangan hingga pelaksanaan kompetisi, menunjukkan kolaborasi yang kuat.
Tim juga menyampaikan apresiasi khusus kepada AMSA-UI, AMSA-Indonesia, dan seluruh pihak yang telah memberikan pendampingan serta dukungan selama perlombaan. Dukungan ini sangat vital dalam membantu mereka mencapai puncak prestasi.
Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Anna Rozaliyani, M.Biomed., Sp.P(K), turut menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa inovasi Digital Health Kiosk ini selaras dengan komitmen FKUI. Komitmen tersebut adalah untuk menghasilkan solusi kesehatan yang unggul dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Ikuti selalu informasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima untuk kabar terbaru mengenai edukasi, inovasi, dan layanan kesehatan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari ugm.ac.id
- Gambar Kedua dari ugm.ac.id
Post Comment