KKN-DIK FKIP UMS Gelar Sosialisasi “Speak Up And Stand Out”
Mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS mengadakan sosialisasi “Speak Up and Stand Out” untuk meningkatkan percaya diri remaja Parakan.
Mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS mengadakan sosialisasi remaja bertajuk “Speak Up and Stand Out” di MI Muhammadiyah Parakan, Karanganyar. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri remaja dalam menyampaikan ide serta mendorong generasi muda agar lebih komunikatif dan berani berekspresi.
Simak informasi menarik dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima yang bisa memperluas wawasan dan jadi referensi berguna untuk Anda.
Tujuan Mulia Program “Speak Up and Stand Out”
Kegiatan sosialisasi ini diinisiasi dengan tujuan utama untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para remaja. Harapannya, mereka dapat mengembangkan kemampuan untuk menyampaikan pendapat, gagasan, dan usulan mereka dengan penuh keyakinan. Ini mencakup menghilangkan rasa takut salah atau kekhawatiran terhadap penilaian negatif dari lingkungan sekitar.
Ratu Bunga Olivia, salah satu mahasiswa KKN-DIK, menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata dari upaya mahasiswa dalam berkontribusi bagi masyarakat. Fokus utamanya adalah membantu remaja mengatasi hambatan psikologis yang seringkali menghalangi mereka untuk berbicara. Dengan demikian, program ini menjadi jembatan menuju komunikasi yang lebih efektif.
Lebih lanjut, Ratu menyatakan bahwa melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS berharap agar remaja setempat dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka. Ini termasuk keberanian untuk menyampaikan aspirasi secara santun dan tanpa takut dihakimi ketika mengemukakan pendapat. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan di mana setiap suara dihargai.
Pentingnya Keterampilan Komunikasi Sejak Usia Dini
Annisa Nur Rahmawati, M.Psi., Psikolog, yang bertindak sebagai pemateri, menekankan urgensi keberanian berbicara dan keterampilan komunikasi yang efektif sejak usia remaja. Ia menggarisbawahi bahwa kemampuan berbicara adalah fondasi penting bagi individu untuk dapat berperan aktif dalam lingkungan sosial. Ini merupakan keterampilan krusial untuk pengembangan diri.
Menurut Annisa, setiap individu memiliki hak fundamental untuk menyampaikan pendapat dan gagasannya. Ia meyakini bahwa tidak ada alasan untuk takut salah dalam mengemukakan ide. Dalam sesinya, ia menyampaikan pesan yang menguatkan bahwa setiap orang, termasuk dirinya sendiri, sedang dalam proses belajar dan berkembang bersama.
Kemampuan komunikasi yang baik pada usia remaja tidak hanya membentuk pribadi yang percaya diri, tetapi juga memupuk lingkungan yang inklusif. Hal ini memungkinkan setiap individu untuk berpartisipasi aktif dan memberikan kontribusi berarti. Oleh karena itu, penguasaan keterampilan ini menjadi investasi penting untuk masa depan.
Baca Juga: Air Bersih Dan Stunting Teratasi, UNJA Tunjukkan Aksi Nyata
Interaksi Dan Antusiasme Peserta
Sosialisasi yang dimulai tepat pukul 13.00 WIB ini dirancang dengan format yang sangat interaktif. Metode penyampaian materi dikombinasikan dengan sesi diskusi terbuka, menciptakan suasana belajar yang dinamis dan partisipatif. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menarik perhatian para peserta.
Para peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mencerminkan rasa ingin tahu dan keinginan untuk memahami lebih dalam. Diskusi pun menjadi hidup dengan berbagai pertanyaan menarik yang diajukan oleh para remaja.
Tidak hanya bertanya, peserta juga berbagi pengalaman pribadi terkait komunikasi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Sesi berbagi ini memperkaya diskusi, memberikan perspektif nyata, dan menunjukkan relevansi materi dengan kehidupan sehari-hari mereka. Ini menciptakan pengalaman belajar yang holistik.
Dampak Positif Bagi Remaja Parakan
Kegiatan “Speak Up and Stand Out” ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang yang signifikan bagi remaja di Desa Parakan. Peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi akan membuka banyak peluang bagi mereka di masa depan. Ini adalah langkah awal menuju pengembangan potensi diri yang optimal.
Melalui program ini, remaja tidak hanya belajar teknik berbicara, tetapi juga memahami nilai penting dari setiap pendapat yang mereka miliki. Mereka didorong untuk menjadi individu yang proaktif, mampu menyuarakan aspirasinya dengan cara yang konstruktif dan santun. Ini merupakan pembekalan mental yang berharga.
Pada akhirnya, sosialisasi ini menjadi bukti nyata komitmen UMS melalui mahasiswa KKN-DIK FKIP dalam memberdayakan masyarakat. Inisiatif seperti ini sangat penting untuk membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki keberanian dan keterampilan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungannya.
Ikuti selalu informasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima untuk kabar terbaru mengenai edukasi, inovasi, dan layanan kesehatan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari unja.ac.id
- Gambar Kedua dari unja.ac.id
Post Comment