Kebangkitan Perempuan Desa, Inovasi SEKOPER Mahasiswa Undar Jombang
Mahasiswa Undar Jombang meluncurkan program SEKOPER di Desa Menturo untuk memberdayakan perempuan melalui edukasi dan keterampilan.
Mahasiswa Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang meluncurkan program Sekolah Perempuan (SEKOPER) di Desa Menturo untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas hidup perempuan pedesaan. Lewat edukasi sistematis, perempuan didorong lebih berdaya dan aktif dalam pembangunan lingkungan mereka.
Simak informasi menarik dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima yang bisa memperluas wawasan dan jadi referensi berguna untuk Anda.
Inisiatif Strategis di Balai Desa Menturo
Program SEKOPER dilaksanakan di Balai Desa Menturo sejak awal Februari 2026 dengan agenda enam kali pertemuan rutin. Format sekolah nonformal ini dirancang agar peserta berani mengeksplorasi potensi diri yang selama ini terpendam. Mahasiswa KKM Undar bertindak sebagai fasilitator yang menghubungkan warga dengan materi pembelajaran yang relevan.
Kolaborasi dengan PUSPA Arimbi dan PKBI Jombang memperkuat struktur pelaksanaan program ini di lapangan. Kehadiran berbagai pihak memastikan edukasi yang diberikan memiliki landasan kuat sesuai kebutuhan warga lokal. Sinergi ini menciptakan ruang belajar yang inklusif bagi ibu-ibu desa untuk berkembang bersama.
Tujuan utama inisiatif ini adalah menciptakan subjek pembangunan yang aktif di tingkat desa. Fokusnya adalah membangun kepercayaan diri perempuan agar mampu berperan dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Dengan begitu, perempuan tidak lagi hanya menjadi penonton, melainkan penggerak kemajuan di Desa Menturo.
Edukasi Kesehatan Dan Layanan Medis Gratis
SEKOPER mengintegrasikan layanan kesehatan fisik sebagai bagian penting dari kurikulum pembelajarannya. Para peserta mendapatkan fasilitas cek kesehatan gratis dan pembagian vitamin secara rutin setiap pertemuan. Hal ini dilakukan karena kesehatan fisik merupakan fondasi utama bagi perempuan untuk beraktivitas secara produktif.
Edukasi mengenai kesehatan reproduksi juga diberikan melalui pembagian alat kontrasepsi dan materi perencanaan keluarga. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebugaran tubuh secara mandiri. Informasi medis disampaikan oleh tenaga profesional agar akurat dan dapat langsung diterapkan di rumah.
Pendekatan holistik ini terbukti efektif dalam meningkatkan standar kesehatan lingkungan di sekitar wilayah desa. Perempuan yang sehat dan cerdas akan lebih optimal dalam mengelola rumah tangga serta mendidik anak. Dampaknya, angka stunting diharapkan menurun seiring meningkatnya pengetahuan kesehatan para ibu.
Baca Juga: Mahasiswa FKUI Sabet Juara Nasional, Inovasi Digital Health Kiosk Atasi Hipertensi!
Mendobrak Stigma Dan Ranah Domestik
Dosen Undar, Siti Arifah, menegaskan bahwa SEKOPER hadir untuk mematahkan stigma tradisional peran domestik perempuan. Selama ini, peran perempuan sering dianggap terbatas hanya pada urusan dapur dan rumah tangga saja. Melalui sekolah ini, peserta diajak untuk berani menyuarakan pendapat di ruang publik desa.
Kurikulum sekolah ini juga membekali pemahaman mendalam tentang pencegahan pernikahan dini dan kekerasan domestik. Para peserta diajak mengenali hak-hak hukum dan sosial mereka agar tidak menjadi korban diskriminasi. Kesadaran kritis ini menjadi modal penting untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih adil.
Keterlibatan perempuan dalam pengambilan kebijakan desa merupakan target jangka panjang dari program pemberdayaan ini. Dengan wawasan luas, mereka diharapkan berkontribusi dalam musyawarah pembangunan desa yang lebih inklusif. Transformasi pola pikir ini menjadi kunci utama kemajuan masyarakat di tingkat akar rumput.
Testimoni Dan Harapan Perubahan Sosial
Peserta seperti Shofiyatun Nisa’ merasa jauh lebih percaya diri setelah mengikuti rangkaian materi di SEKOPER. Ia mengaku terinspirasi untuk menjadi agen perubahan dan membagikan ilmunya kepada warga lain di lingkungannya. Semangat belajar ini membuktikan bahwa program mahasiswa Undar berhasil menyentuh aspek emosional peserta.
Ketua PKK Desa Menturo, Alfiyati, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif sekolah khusus perempuan ini. Menurutnya, pendidikan bagi perempuan adalah kunci percepatan kemajuan sebuah bangsa dan tatanan masyarakat modern. Dukungan penuh perangkat desa memastikan keberlanjutan manfaat program ini bagi seluruh warga Menturo.
Keberhasilan program di Menturo diharapkan menjadi model percontohan bagi desa-desa lain di wilayah Jombang. Pendidikan nonformal berbasis komunitas terbukti efektif mendorong perubahan perilaku masyarakat secara organik dan berkelanjutan. Dengan perempuan yang berdaya, masa depan desa akan jauh lebih sejahtera dan mandiri.
Ikuti selalu informasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima untuk kabar terbaru mengenai edukasi, inovasi, dan layanan kesehatan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari timesindonesia.co.id
- Gambar Kedua dari papayan.desa.id
Post Comment