Inovasi Edukatif, Engklek Matematika Mahasiswa UMS di Malaysia
Mahasiswa UMS menghadirkan inovasi edukatif di Malaysia, menggabungkan permainan engklek dengan matematika untuk anak-anak pekerja imigran.
Mahasiswa KKN-Dik Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil membawa inovasi ke Sanggar Bimbingan At-Tanzil Hicom, Malaysia. Mereka memperkenalkan metode interaktif, menggabungkan permainan engklek dengan puzzle matematika untuk meningkatkan minat belajar anak-anak pekerja imigran Indonesia.
Simak informasi menarik dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima yang bisa memperluas wawasan dan jadi referensi berguna untuk Anda.
Engklek Matematika, Solusi Pembelajaran Inovatif
Mahasiswa KKN-Dik UMS menciptakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menggabungkan kesenangan permainan tradisional dengan tantangan matematika. Engklek, permainan yang akrab bagi anak-anak Indonesia, dimodifikasi menjadi alat edukasi. Inovasi ini dirancang untuk mengatasi kesulitan anak-anak dalam memahami operasi bilangan dasar.
Pembelajaran ini khusus ditujukan bagi murid-murid di SB At-Tanzil Hicom, yang merupakan anak-anak dari pekerja imigran Indonesia di Malaysia. Tujuannya adalah untuk membuat matematika tidak lagi menjadi mata pelajaran yang menakutkan, melainkan menjadi kegiatan yang seru dan menyenangkan. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar mereka.
Hakim, salah seorang mahasiswa KKN-Dik UMS, menjelaskan bahwa metode ini dipilih karena banyak anak di jenjang kelas tinggi masih mengalami kesulitan dalam matematika dasar. Dengan mengemas pembelajaran secara menyenangkan dan kontekstual, anak-anak diharapkan lebih termotivasi, aktif, dan tidak merasa takut terhadap matematika.
Proses Belajar Yang Menyenangkan Dan Interaktif
Proses pembelajaran dimulai dengan memperkenalkan engklek sebagai permainan tradisional anak Indonesia. Mahasiswa KKN-Dik UMS kemudian menjelaskan bagaimana permainan ini dapat dimodifikasi untuk belajar matematika. Hal ini dilakukan untuk membangun jembatan antara budaya dan pendidikan.
Permainan engklek ini dimodifikasi dengan menambahkan kartu puzzle matematika. Kartu-kartu tersebut berisi soal operasi hitung dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Modifikasi ini memastikan bahwa setiap langkah dalam permainan melibatkan aspek pemecahan masalah matematika.
Anak-anak diminta melompat pada petak engklek dan mengambil kartu soal sesuai petak yang diinjak. Setelah itu, mereka harus menyelesaikan soal matematika dan mencocokkannya dengan kartu jawaban hingga membentuk susunan puzzle yang utuh. Pembelajaran dilakukan secara berkelompok untuk melatih kerja sama, konsentrasi, dan kemampuan berpikir cepat.
Baca Juga: KKN UMS, Senam Bersama Warga Baturetno Perkuat Kebugaran Dan Silaturahmi
Peningkatan Pemahaman Dan Kolaborasi
Penerapan engklek sebagai media pembelajaran matematika di SB At-Tanzil Hicom telah menunjukkan hasil positif. Hakim menyoroti bahwa metode berbasis permainan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman operasi bilangan dasar. Anak-anak menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi soal matematika.
Selain itu, metode ini juga berhasil meningkatkan keterampilan kolaborasi di antara para siswa. Dengan bekerja dalam kelompok untuk memecahkan puzzle, anak-anak belajar berkomunikasi dan saling membantu. Ini adalah keterampilan sosial yang sangat penting untuk perkembangan mereka.
Kemampuan berpikir cepat juga diasah melalui permainan ini. Setiap anak harus segera menyelesaikan soal dan mencocokkan jawaban agar puzzle dapat tersusun dengan baik. Ini mendorong mereka untuk memproses informasi dan mengambil keputusan dengan lebih efisien.
Dampak Dan Harapan Masa Depan
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak pekerja imigran Indonesia di Malaysia semakin termotivasi untuk belajar. Peningkatan pemahaman matematika yang lebih baik adalah tujuan utama dari program ini. Edukasi yang menyenangkan dapat membentuk fondasi kuat bagi masa depan mereka.
Selain itu, pendekatan pembelajaran berbasis permainan tradisional ini diharapkan dapat terus dikembangkan. Ini adalah contoh bagaimana inovasi edukatif dapat muncul dari penggabungan budaya dan pendidikan formal. Potensi pengembangannya sangat besar untuk konteks pembelajaran lain.
Harapannya adalah metode kontekstual semacam ini dapat diadopsi lebih luas. Penggunaan permainan tradisional sebagai media pembelajaran terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang positif dan menarik. Ini menunjukkan bahwa pendidikan bisa menjadi lebih dari sekadar angka dan rumus.
Ikuti selalu informasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima untuk kabar terbaru mengenai edukasi, inovasi, dan layanan kesehatan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.ums.ac.id
- Gambar Kedua dari news.ums.ac.id
Post Comment