Heboh! UMS Dan JATAM Sukoharjo Dorong UMKM Meroket, Pangan Lokal Makin Mandiri
Tim dosen UMS bekerja sama dengan JATAM Sukoharjo mendampingi UMKM, meningkatkan kapasitas usaha sekaligus mendorong ketahanan pangan lokal.
Tim dosen Fakultas Geografi dan Teknik Arsitektur UMS sukses menyelesaikan program pengabdian masyarakat bersama JATAM MPM PDM Sukoharjo. Selama enam bulan, mereka meningkatkan kapasitas UMKM dan mendorong kemandirian pangan, memperkuat sinergi antara akademik dan masyarakat sesuai semangat dakwah Muhammadiyah.
Simak informasi menarik dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima yang bisa memperluas wawasan dan jadi referensi berguna untuk Anda.
UMS Dan JATAM Sukoharjo Berkolaborasi Untuk UMKM
Tim dosen UMS, terdiri dari Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, Dr. Ir. Qomarun, Dewi Novita Sari, Basyar Ihsan Arijuddin, dan Nirma Lila Anggani, menyelesaikan program pengabdian enam bulan. Program ini fokus pada pendampingan produk unggulan UMKM di lingkungan Jamaah Tani Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan sinergi antara aspek sosial, ekonomi, dan keagamaan. Hal ini sejalan dengan tujuan utama dakwah Muhammadiyah dalam memberdayakan masyarakat secara holistik. Program ini menunjukkan komitmen UMS dalam berkontribusi pada pembangunan daerah.
Ketua tim, Kuswaji, menekankan bahwa pendampingan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas teknis pelaku usaha. Lebih dari itu, program ini juga berupaya memperluas jejaring kerja sama lintas sektor, membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang lebih jauh di pasar.
Membangun Jaringan Dan Inovasi Untuk Pelaku Usaha
Kuswaji menyatakan bahwa pendampingan ini bukan sekadar transfer ilmu dan keterampilan. Program ini juga membuka kesempatan bagi UMKM untuk memperkuat jaringan di antara mereka sendiri serta dengan berbagai pihak. Ini termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta.
Menurut Kuswaji, kolaborasi semacam ini sangat krusial dalam memperluas peluang usaha dan mendorong inovasi. Jaringan yang kuat akan membantu UMKM mengakses sumber daya dan pasar yang lebih luas. Ini adalah kunci keberhasilan di era kompetisi global.
JATAM MPM-PDM Kabupaten Sukoharjo sendiri didirikan pada 2 Februari 2025, dengan visi menjadi lembaga unggul dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian dan peternakan. Mereka berfokus pada inovasi, kesejahteraan, dan keberlanjutan sektor tersebut.
Baca Juga: Inovasi Edukatif, Engklek Matematika Mahasiswa UMS di Malaysia
Fokus Program: Pemberdayaan, Kapasitas, Dan Komunitas
Program ini berakar dari analisis situasi mengenai penguatan kapasitas kader tani dalam agenda pemberdayaan pertanian dan potensi lokal. Langkah ini selaras dengan fokus nasional pada program petani dan kedaulatan pangan, mendukung upaya pemerintah mencapai ketahanan pangan.
Secara umum, program ini memiliki tiga pilar utama. Pertama, pemberdayaan ekonomi masyarakat di sektor pertanian untuk mengurangi kemiskinan dan ketergantungan ekonomi. Kedua, pengembangan kapasitas kader lokal melalui pelatihan dan sekolah kader agar menjadi fasilitator pemberdayaan yang efektif.
Pilar ketiga adalah penyelenggaraan konvensi dan jambore komunitas tani. Kegiatan ini menyediakan ruang belajar, memperluas jejaring, dan meningkatkan inovasi pertanian berbasis komunitas. Semangat kebersamaan dan pertukaran pengetahuan menjadi inti dari kegiatan ini.
Daya Saing UMKM Dan Keberlanjutan Produk
Melalui pendampingan yang mencakup aspek produk, pemasaran, dan manajerial, diharapkan produk-produk UMKM akan semakin kompetitif. Tujuannya agar mereka mampu bersaing di pasar yang semakin global dan dinamis. Produk unggulan juga diharapkan lebih mudah dikenal dan diterima pasar luas.
Pendampingan ini juga mendorong pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan melakukan diversifikasi produk. Hal ini penting agar tidak bergantung pada satu jenis komoditas saja, menciptakan ketahanan ekonomi yang lebih kuat. Keberagaman produk adalah strategi penting.
Kuswaji menutup dengan menekankan pentingnya diversifikasi untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis produk dan menciptakan keberagaman. Produk unggulan dari Jamaah Tani Muhammadiyah diharapkan juga lebih ramah lingkungan dan memperhatikan keberlanjutan.
Ikuti selalu informasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima untuk kabar terbaru mengenai edukasi, inovasi, dan layanan kesehatan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.ums.ac.id
- Gambar Kedua dari news.ums.ac.id
Post Comment