Alumni UGM Bergerak! Dorong Kesehatan Mental Anak Dan Remaja Di Bali
Kesehatan mental adalah fondasi penting bagi tumbuh kembang individu, sebuah isu universal yang kini semakin mendapat perhatian.
Data mengejutkan dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 menunjukkan bahwa 20% penduduk Indonesia menghadapi gangguan mental emosional, dengan 9,8% remaja pernah berpikir untuk bunuh diri. Ironisnya, hanya sebagian kecil yang mendapatkan penanganan profesional. Angka ini diperkuat oleh survei I-NAMHS 2022, yang mengungkapkan sekitar 15,5 juta remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental. Menyadari urgensi ini, Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama alumni bergerak proaktif.
Dapatkan update berita terkini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima dan berbagai informasi menarik untuk memperluas pengetahuan Anda.
Inisiasi Kolaborasi Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik
Fakultas Psikologi UGM, berkolaborasi dengan Keluarga Alumni Psikologi Universitas Gadjah Mada (Kapsigama), mengambil langkah nyata untuk mengatasi isu kesehatan mental ini. Mereka menggelar program penguatan kesehatan mental bagi anak dan remaja di Yayasan Pasraman Gurukula, Bangli, Bali. Kegiatan ini diadakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, menandai komitmen bersama terhadap kesejahteraan mental generasi muda.
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh siswa Pasraman Gurukula, mulai dari tingkat TK hingga SMA. Kehadiran Kapsigama, dosen, dan mahasiswa Prodi Psikologi Udayana turut memperkaya suasana dan substansi kegiatan. Ini menunjukkan pendekatan multi-pihak yang melibatkan berbagai elemen pendidikan dan keprofesian dalam upaya penguatan kesehatan mental.
Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana institusi pendidikan dan alumni dapat bersinergi untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat. Dengan melibatkan berbagai tingkatan usia, program ini berupaya menanamkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental sejak dini, menjadikannya investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
Menumbuhkan Kesadaran Dan Daya Tahan Diri
Prabaswara Dewi, S.Psi., Psikolog., selaku Ketua Kapsigama, menegaskan tujuan utama kegiatan pengabdian sosial ini. Menurutnya, program ini dirancang untuk membuka wawasan dan meningkatkan kesadaran siswa tentang kesehatan mental. Tujuannya adalah membangun kekuatan diri pada setiap individu, serta mendorong mereka untuk saling menjaga satu sama lain dalam komunitas.
Prabaswara Dewi menambahkan bahwa Kapsigama memiliki aspirasi besar untuk membangun jaringan dukungan bagi anak dan remaja. Jaringan ini akan berfokus pada peningkatan kesehatan mental, menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan psikologis yang positif. Inisiatif ini adalah langkah penting menuju masyarakat yang lebih peduli.
Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pemahaman konsep, tetapi juga pada pembentukan karakter. Dengan kesadaran yang kuat, anak-anak dan remaja diharapkan mampu mengidentifikasi dan mengelola tantangan emosional mereka. Ini adalah kunci untuk membentuk individu yang tangguh di masa depan.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Buka Suara Soal Kepesertaan PBI JK yang Mendadak Nonaktif
Sambutan Positif Dan Harapan Untuk Diskusi Berkelanjutan
I Wayan Arsada, S.Pd, M.Ag, Ketua Yayasan Pasraman Gurukula, menyambut hangat program outreach kesehatan mental ini. Beliau menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaborasi ini, berharap agar program ini dapat memicu guru dan orang dewasa lainnya untuk lebih memperhatikan aspek kesehatan mental siswa di lingkungan mereka.
I Wayan Arsada juga mengungkapkan harapannya bahwa kegiatan ini akan membuka lebih banyak ruang diskusi mengenai kesehatan mental anak-anak di Pasraman Gurukula. Diskusi semacam ini sangat krusial untuk menciptakan lingkungan yang suportif dan responsif terhadap kebutuhan psikologis siswa. Ini adalah langkah awal yang menjanjikan.
Respons positif dari pihak yayasan mengindikasikan kebutuhan mendesak akan program semacam ini. Diharapkan, kolaborasi ini bukan hanya sebatas kegiatan sesaat, tetapi menjadi pemicu untuk inisiatif-inisiatif lanjutan yang berkelanjutan dalam mendukung kesehatan mental generasi penerus bangsa.
Pengayaan Program Dan Komitmen Jangka Panjang
Selain sesi diskusi yang informatif, program ini juga dilengkapi dengan peluncuran buku karya alumni Fakultas Psikologi UGM. Penerbitan buku ini menjadi wujud kontribusi intelektual para alumni dalam pengembangan literasi dan pemahaman publik tentang isu-isu psikologi, termasuk kesehatan mental. Ini memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.
Acara berlanjut dengan penyerahan beasiswa Kapsi-Sayang dari Kapsigama. Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa Psikologi UGM yang membutuhkan, menunjukkan komitmen Kapsigama dalam mendukung pendidikan dan pengembangan generasi penerus di bidang psikologi. Ini adalah investasi pada masa depan ilmuwan dan praktisi.
Sebagai simbol keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan, acara ditutup dengan penanaman pohon manggis di halaman Pasraman Gurukula. Aksi ini merefleksikan harapan akan pertumbuhan yang sehat dan berkesinambungan, baik bagi lingkungan maupun bagi kesehatan mental anak-anak yang telah menjadi fokus kegiatan ini.
Jangan ketinggalan informasi terkini seputar Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima dan beragam berita menarik penambah wawasan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari ugm.ac.id
- Gambar Kedua dari ugm.ac.id
Post Comment