Aji Lulus Cumlaude UGM, Sukses Kuliah Sambil Jadi Driver Ojol
Aji lulus cumlaude dari UGM meski sambil jadi driver ojol, membuktikan kerja keras dan tekad bisa raih prestasi gemilang.
Kisah Aji menjadi inspirasi bagi banyak orang. Meski menjalani rutinitas sebagai driver ojol, ia berhasil menuntaskan studi di Universitas Gadjah Mada dengan predikat cumlaude.
Perjuangan dan disiplin yang luar biasa ini membuktikan bahwa keterbatasan waktu bukan penghalang untuk meraih prestasi akademik tertinggi. Cerita Aji mengingatkan kita bahwa tekad, kerja keras, dan manajemen waktu yang baik bisa membuka jalan kesuksesan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima, bahkan dalam kondisi yang menantang.
Kuliah Dan Bekerja Sambil Menjalani Kehidupan Mahasiswa
Tidak semua mahasiswa hanya fokus pada kuliah dan organisasi di kampus. Beberapa dari mereka harus bekerja untuk membantu biaya hidup, salah satunya adalah Wahyu Aji Ramadan, mahasiswa Fakultas Hukum UGM angkatan 2020.
Aji menjalani kehidupan yang padat, kuliah di siang hari dan menjadi driver ojol makanan di pagi atau sore hari. Rutinitas ini ia jalani meski hujan, panas, atau malam hari.
Kegiatan yang dijalani Aji bukan sekadar pekerjaan sampingan, tetapi juga cara membiasakan diri dengan disiplin waktu dan tanggung jawab. Kombinasi kuliah dan kerja menuntut fokus yang tinggi agar keduanya berjalan lancar.
Menjadi Ojol Untuk Meringankan Beban Orang Tua
Pilihan Aji menjadi driver ojol bukan tanpa alasan. Ia ingin mengurangi beban finansial orang tua karena selama kuliah ia tidak memperoleh beasiswa.
Setiap penghasilan dari jasa antar makanan digunakan untuk memenuhi kebutuhan kuliah, transportasi, dan sebagian biaya hidup. Strategi ini membantu Aji tetap mandiri secara finansial.
Ia mengaku, bekerja sambil kuliah bukan hal mudah. Pengaturan jadwal yang tepat menjadi kunci agar kuliah, organisasi, dan pekerjaan sampingan tetap seimbang.
Baca Juga: Alumni UGM Bergerak! Dorong Kesehatan Mental Anak Dan Remaja Di Bali
Tantangan Dan Realita Di Lapangan
Penghasilan sebagai ojol makanan tidak selalu mudah diperoleh. Aji mendapatkan komisi mulai dari Rp 6.400 hingga Rp 7.200 per order, tergantung jarak.
Dalam perjalanannya, Aji pernah mengalami orderan jatuh dan harus mengganti kerugian customer, bahkan bersitegang dengan pemilik restoran yang tutup di tengah malam.
Selain menghadapi risiko hujan dan panas, ia juga rela bekerja ekstra demi bonus, mengatasi ban bocor, dan tetap melayani pelanggan dengan penuh tanggung jawab.
Aktivitas Akademik Dan Organisasi Yang Padat
Selain menjadi pengemudi, Aji aktif bekerja paruh waktu di Fakultas Hukum UGM. Ia menangani administrasi, pengelolaan jurnal, dan berbagai pekerjaan teknis lainnya.
Aji juga dikenal aktif di organisasi mahasiswa, seperti Forum Penelitian dan Penulisan Hukum (FPPH), ALSA UGM, Business Law Community, serta UKM Tenis Lapangan. Kegiatan ini mengembangkan soft skill dan jaringan profesionalnya.
Ia juga rutin mengikuti magang di institusi hukum, DPD RI, Kejaksaan, kantor hukum, notaris, dan lembaga riset. Pengalaman ini melatihnya menghadapi dunia profesional sejak dini.
Prestasi Akademik Dan Inspirasi Perjuangan
Perjuangan Aji tidak sia-sia. Ia berhasil lulus dengan predikat cumlaude, IPK 3,55, meski kuliah sambil bekerja sebagai ojol dan aktif di organisasi.
Ia menjuarai berbagai kompetisi ilmiah, termasuk Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Airlangga Law Competition 2023, Juara 1 Constitutional Law Fair Universitas Brawijaya 2022, dan Juara 2 Legislative Drafting Competition Universitas Indonesia 2022.
Kini, Aji menatap perjalanan akademik dan profesionalnya dengan penuh kebanggaan. Ia menganggap perjuangan ini sebagai proses yang membentuk ketekunan, disiplin, dan tanggung jawab, sekaligus membuktikan bahwa kerja keras akan selalu membuahkan hasil.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari brilio.net
Post Comment