Bahasa Indonesia Bisa Selamatkan Dunia? Mahasiswa UMS Buktikan!
Mahasiswa PBSI UMS dibekali kemampuan Bahasa Indonesia untuk jadi agen SDGs, buktikan bahasa lokal bisa ubah dunia.
Mahasiswa PBSI Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia lebih dari sekadar alat komunikasi. Lewat program khusus, mereka dibimbing untuk menjadi agen perubahan yang mendukung pencapaian SDGs.
Dengan keterampilan bahasa yang kuat, para mahasiswa ini belajar menyampaikan pesan lingkungan, sosial, dan kemanusiaan secara efektif. Apakah benar bahasa nasional bisa berperan selamatkan dunia? Simak perjalanan inspiratif mahasiswa UMS dalam menghubungkan bahasa dan aksi global SDGs berikut ini hanya di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima.
Mahasiswa PBSI UMS Dan SDGs: Peran Penting Mahasiswa
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa agar berperan aktif dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Dorongan ini disampaikan melalui kuliah umum yang diselenggarakan dengan tema “Dari Kampus untuk Dunia, Mahasiswa PBSI sebagai Aktor Penting dalam Pengimplementasian SDGs”. Kegiatan berlangsung di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah UMS.
Mahasiswa diajak berpikir kritis, bukan hanya sebagai penerima materi, tetapi sebagai agen perubahan nyata dalam masyarakat mulai dari isu pendidikan hingga lingkungan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Bahasa Indonesia Sebagai Alat Penggerak SDGs
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi antar‑individu. Bahasa ini juga mampu memperkuat identitas bangsa di kancah global serta menjadi instrumen strategis dalam menyebarkan gagasan SDGs.
Menurutnya, Bahasa Indonesia memiliki dimensi komunal yang dapat mempersatukan masyarakat Indonesia dan menjadi jembatan dalam komunikasi lintas budaya serta lintas negara. Peran ini sangat penting dalam upaya internasionalisasi bahasa nasional.
Penggunaan bahasa sebagai medium pembelajaran dan kampanye SDGs turut menunjukkan bahwa keterampilan linguistik bisa menjadi kekuatan dalam pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: Bikin Heboh! Isu Kenaikan Iuran JKN Bikin Publik Panik, Begini Jawaban BPJS Kesehatan
Kuliah Umum Dengan Narasumber Internasional
Dalam kegiatan ini, PBSI UMS menghadirkan Esie Hanstein, dosen dari Humboldt University Berlin dan Leipzig University Jerman yang juga aktif sebagai pegiat UNESCO dan pendukung tujuan SDGs.
Esie memaparkan pentingnya peran mahasiswa dalam kampanye SDGs, termasuk melalui penggunaan Bahasa Indonesia dalam menyebarkan pesan perubahan sosial, budaya, ekonomi, maupun lingkungan hidup.
Ia mengajak mahasiswa untuk tidak sekadar memahami tujuan pembangunan berkelanjutan, tetapi juga terlibat langsung dalam program kampanye positif untuk menyuarakan misi SDGs di komunitas lokal maupun internasional.
Mahasiswa PBSI Sebagai Agen Perubahan Sosial
Esie juga mencontohkan bagaimana mahasiswa di Jerman terlibat aktif dalam berbagai proyek SDGs, dari isu kesehatan hingga keberlanjutan lingkungan. Ia menekankan agar mahasiswa PBSI UMS tidak ragu memulai program serupa di kampus dan komunitas mereka.
Saran praktis yang diberikan termasuk mengurangi penggunaan plastik, kampanye sadar lingkungan, serta kegiatan komunitas yang berkaitan dengan isu keberlanjutan.
Mahasiswa pun diajak untuk menciptakan program berbasis bahasa yang mengintegrasikan tujuan SDGs. Misalnya kampanye literasi, edukasi publik, dan kampanye sosial lain yang bisa berdampak luas.
Rangkaian Diskusi Dan Antusiasme Mahasiswa
Kuliah umum ini mendapat sambutan antusias dari mahasiswa PBSI UMS. Banyak peserta aktif bertanya dan berdiskusi mengenai praktik pelaksanaan SDGs di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Para mahasiswa belajar bagaimana menghubungkan teori yang mereka pelajari di kelas dengan aksi nyata yang bisa dilakukan melalui program sosial, pendidikan, dan budaya.
Diskusi ini menunjukkan bahwa mahasiswa PBSI UMS tidak hanya memahami tujuan pembangunan berkelanjutan secara akademik. Tetapi juga siap menerapkan dalam konteks kehidupan nyata melalui peran mereka sebagai agen perubahan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.ums.ac.id
- Gambar Kedua dari news.ums.ac.id


Post Comment