Air Bersih Dan Stunting Teratasi, UNJA Tunjukkan Aksi Nyata
Universitas Jambi (UNJA) hadir di Batu Busuk, menghadirkan solusi air bersih dan inovasi gizi untuk balita terdampak banjir.
Dua bulan pasca banjir bandang di Desa Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang, warga masih menghadapi tantangan besar. Kekurangan air bersih, kasus penyakit kulit, dan sulitnya akses layanan kesehatan menjadi kenyataan pahit. Di tengah kondisi ini, Universitas Jambi (UNJA) hadir membawa harapan melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026.
Simak informasi menarik dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima yang bisa memperluas wawasan dan jadi referensi berguna untuk Anda.
Intervensi Kesehatan Holistik Dari UNJA
Tim UNJA, empat dosen, satu staf, dan 20 mahasiswa, mendampingi masyarakat Batu Busuk sebulan. Program inisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi ini menunjukkan komitmen UNJA. Keberangkatan tim dilepas Kepala LPPM UNJA, Prof. Amirul Mukminin, yang menegaskan program ini upaya berkelanjutan.
Pendekatan Interprofessional Education (IPE) diterapkan, dengan mahasiswa kedokteran menangani diagnostik, pemantauan gizi, triase, dan telemedicine. Mahasiswa keperawatan fokus pada sanitasi lingkungan dan perawatan rumah. Kolaborasi ini memastikan layanan kesehatan terpadu bagi warga.
Inovasi Smart Stunting Detection System berupa paket Antropometri Digital berbasis Bluetooth diperkenalkan untuk memantau gizi balita secara real-time. Alat ini membedakan stunting kronis dan wasting akut sehingga intervensi lebih tepat, jelas dr. Huntari Harahap.
Solusi Air Bersih Dan Sanitasi Berkelanjutan
Kebutuhan akan air bersih menjadi prioritas utama pasca-banjir. Tim UNJA mengatasi masalah ini dengan memasang WASH Station, unit filtrasi air berbasis teknologi Reverse Osmosis (RO) dan Ultraviolet (UV). Fasilitas ini mampu memproduksi hingga 400 galon air minum layak konsumsi per hari, yang dapat langsung diminum dan bebas dari cemaran mikroba.
Ns. Riska Nasution, Koordinator Sanitasi dan Trauma Healing, menjelaskan bahwa WASH Station bukan sekadar penghasil air bersih, melainkan infrastruktur kesehatan komunitas. Fasilitas ini menjadi penopang sanitasi warga dalam jangka panjang. Uji kualitas mikrobiologis air ditargetkan selesai sebelum 21 Februari 2026 guna memastikan keberhasilan teknologi.
Selain itu, layanan kesehatan juga menjangkau kelompok rentan melalui Posyandu Lansia dengan pendekatan Tele-Triage & Home Care Kit. Perangkat diagnostik digital portabel ini memungkinkan pemeriksaan kesehatan dilakukan langsung di rumah warga lanjut usia. Ini memastikan bahwa mereka yang paling membutuhkan tetap mendapatkan perhatian medis yang diperlukan.
Baca Juga: Pemprov DKI Umumkan 16.920 Mahasiswa Dapat KJMU Tahap II, 2.524 Penerima Baru Disorot Pramono
Peningkatan Kapasitas Dan Edukasi Mitigasi Bencana
Lurah Lambung Bukit, Andi Defriyan, mengapresiasi kehadiran UNJA yang tidak hanya memulihkan kondisi kesehatan, tetapi juga membangun ketangguhan masyarakat. Ia berharap kerja sama ini dapat berlanjut untuk mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Program ini membantu masyarakat lebih tangguh menghadapi bencana di masa depan.
Dampak program juga terasa di dunia pendidikan. Mahasiswa UNJA memberikan edukasi mitigasi bencana dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi siswa dan guru di SD Bustanul Ulum Semen Padang. Pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama dan kesiapsiagaan bencana yang sebelumnya minim, kini menjadi bekal penting bagi lingkungan sekolah.
Eli Martinda, Kepala Sekolah SD Bustanul Umum, mengungkapkan bahwa kehadiran tim mahasiswa UNJA memberikan pencerahan dan keterampilan praktis yang sangat bermanfaat. Pengetahuan tentang mitigasi bencana dan pertolongan pertama sangat kurang di lingkungan sekolah sebelumnya, sehingga program ini memberikan bekal penting bagi siswa dan guru.
Kolaborasi Berkelanjutan Untuk Pembangunan SDG’s
Menjelang akhir program, tim memastikan fasilitas dan sistem dapat dikelola mandiri oleh warga setempat. Kehadiran mahasiswa dan dosen UNJA menegaskan peran perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu untuk menjawab persoalan masyarakat serta menunjukkan komitmen terhadap pengabdian.
Langkah ini sejalan dengan agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 3 tentang Kesehatan dan Kesejahteraan, poin 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi, serta poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim. Ini merupakan ikhtiar kolektif yang membuktikan bahwa sains, empati, dan kolaborasi dapat berjalan beriringan.
Program ini memperlihatkan bagaimana sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, bahkan di tengah tantangan pasca-bencana. Komitmen UNJA untuk terus mendukung pembangunan masyarakat yang tangguh dan sehat menjadi harapan baru bagi Desa Batu Busuk.
Ikuti selalu informasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima untuk kabar terbaru mengenai edukasi, inovasi, dan layanan kesehatan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari unja.ac.id
- Gambar Kedua dari unja.ac.id
Post Comment