Penguatan Pemulihan Pascabencana, Peran UMS Dan MDMC di Aceh Tamiang
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan MDMC Jawa Tengah berperan aktif dalam pemulihan pascabencana masyarakat Aceh Tamiang.
Tim Psikososial UMS bersama MDMC Jawa Tengah melaksanakan pemulihan pascabencana di Kota Lintang, Aceh Tamiang. Inisiatif ini fokus pada psikoedukasi guru dan menghidupkan kembali kegiatan sosial, menunjukkan komitmen mendukung pemulihan masyarakat terdampak.
Simak informasi menarik dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima yang bisa memperluas wawasan dan jadi referensi berguna untuk Anda.
Sinergi UMS Dan MDMC Dalam Pemulihan Pascabencana
Pada Rabu (11/2), Tim Psikososial UMS berkolaborasi dengan MDMC Jawa Tengah untuk menggelar program pemulihan psikososial di Aceh Tamiang. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari respons pemulihan menyeluruh pascabencana yang melanda wilayah tersebut, dengan menyasar berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Fokus utama program ini adalah psikoedukasi guru dan revitalisasi kegiatan sosial melalui pengajian serta layanan cek kesehatan gratis. Inisiatif ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas lokal agar dapat bangkit kembali dan membangun ketahanan pascabencana secara mandiri.
Program ini secara khusus mengedepankan pemberdayaan guru sebagai agen kunci pemulihan di lingkungan sekolah. Selain itu, upaya juga dilakukan untuk menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat kegiatan sosial masyarakat yang sempat terhenti akibat dampak bencana.
Psikoedukasi Guru Untuk Pendampingan Siswa
Kegiatan psikoedukasi mengangkat tema krusial “Peran Guru dalam Mendampingi Siswa Pascabencana”. Acara ini diikuti oleh enam guru dari jenjang pendidikan TK Pembina Kota Lintang, SD Negeri 4 Kuala Simpang, dan SMP Negeri 1 Kuala Simpang, menunjukkan cakupan lintas jenjang.
Materi yang disampaikan mencakup peran strategis sekolah dalam masa pemulihan, pemahaman respons psikologis anak pascabencana, serta strategi konkret untuk pendampingan siswa. Pembekalan ini bertujuan agar guru memiliki kapasitas memadai dalam menghadapi tantangan pascabencana.
Sesi psikoedukasi berlangsung interaktif dengan diskusi, berbagi pengalaman, simulasi, dan pembagian modul praktis. Para guru mengemukakan berbagai tantangan, seperti menurunnya motivasi belajar siswa, perubahan perilaku, dan ketidakstabilan kehadiran akibat dampak bencana.
Baca Juga: Program Asah Dicoding Bikin Heboh, Ribuan Mahasiswa Raih Manfaat Nyata!
Peran Kunci Guru Dalam Keberlanjutan Pemulihan
Alvanindya Nafik Ardani, S.Psi., Psikolog dari tim Psikososial UMS, menekankan vitalnya peran guru dalam menjaga keberlanjutan pemulihan siswa. Ia menjelaskan bahwa guru adalah kunci bagi keberlanjutan proses belajar dan pemulihan, terutama setelah relawan kembali ke daerah asal.
Menurutnya, membekali guru berarti memastikan keberlanjutan pendidikan dan pemulihan anak-anak yang terdampak bencana. Guru adalah figur dewasa terdekat bagi siswa selain orang tua, sehingga kestabilan emosi dan ketenangan guru sangat memengaruhi rasa aman anak.
Kemalawati, seorang guru SDN 4 Kuala Simpang, menyatakan mendapatkan perspektif baru dari kegiatan ini. Ia menyadari pentingnya guru mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum menghadapi siswa, termasuk dalam mengelola emosi agar tidak berdampak negatif pada anak-anak.
Revitalisasi Kegiatan Sosial Dan Kesehatan Masyarakat
Pada sore hingga malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan mengaktifkan kembali pengajian di masjid dusun setempat. Kolaborasi dengan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan imam dusun berhasil mengumpulkan sekitar 40 jamaah dari tiga dusun, menandai dimulainya kembali aktivitas keagamaan.
Sebelum bencana, pengajian rutin dan perwiritan merupakan kegiatan sosial yang aktif. Namun, pascabencana, banyak warga mengungsi, dan kegiatan sosial terhenti karena fokus pada perbaikan rumah. Revitalisasi ini menjadi simbol kebangkitan kembali kehidupan komunal.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan layanan cek kesehatan gratis oleh Tim Medis MDMC Jawa Tengah, meliputi pemeriksaan tekanan darah dan konsultasi dokter. Warga menunjukkan antusiasme tinggi, melihatnya bukan hanya sebagai layanan medis tetapi juga ruang untuk berkumpul dan memperkuat kebersamaan.
Ikuti selalu informasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima untuk kabar terbaru mengenai edukasi, inovasi, dan layanan kesehatan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.ums.ac.id
- Gambar Kedua dari news.ums.ac.id
Post Comment